FKIP KIMIA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT MENGABDI

  • Jul 13, 2026
  • Agus Supriadi

    Desa Karang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Baritokuala (Batola) dikenal sebagai salah satu sentra produksi jeruk siam Banjar di Kalimantan Selatan.Saat musim panen raya tiba, produktivitas kebun warga mampu mencapai 10 hingga 15 ton per hektare. Namun, melimpahnya hasil panen justru sering diikuti turunnya harga jual buah di pasaran karena pasokan yang berlimpah dan sifat jeruk yang mudah rusak.Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan pelatihan pengolahan jeruk menjadi produk bernilai tambah berupa es krim.Program yang didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 itu dilaksanakan di unit usaha Rumah Jeruk (Orange House) Desa Karang Bunga, Senin (6/7/2026) kemarin.Kegiatan diikuti para petani, anggota PKK, hingga pemuda Karang Taruna. Mereka tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat es krim berbahan dasar jeruk siam Banjar.Kepala Desa Karang Bunga, Sarino, mengapresiasi pendampingan yang terus dilakukan ULM kepada masyarakat.“Kami sangat berterima kasih kepada Tim PkM Universitas Lambung Mangkurat yang secara kontinu terus mendampingi warga kami melalui kolaborasi pemberdayaan masyarakat serta pengembangan produk berbasis potensi lokal di Desa Karang Bunga ini,” ujarnya.Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan diadopsi oleh unit usaha desa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.Ketua Tim PkM ULM, Arif Sholahuddin, mengatakan pengolahan jeruk menjadi es krim merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil panen warga.

Ia berharap produk tersebut dapat menjadi identitas baru Desa Karang Bunga sebagai desa wisata jeruk.“Besar harapan kami produk es krim ini menjadi ikon atau produk unggulan yang memperkuat identitas Desa Karang Bunga menuju Desa Wisata Jeruk,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).Ke depan, pihaknya berencana membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Desa serta sektor perbankan, guna memperkuat permodalan, infrastruktur, dan kapasitas produksi masyarakat.Dalam sesi praktik, peserta diajarkan teknik pembuatan es krim menggunakan formula hasil riset laboratorium ULM. Materi disampaikan oleh Iriani Bakti bersama tim teknis Putri Wulandari, Aminah, dan Muhammad Ismi Rezani.Peserta mempelajari proses pencampuran bahan, penggunaan penstabil dan pengemulsi, hingga teknik pengadukan menggunakan mesin agar menghasilkan es krim bertekstur lembut dengan cita rasa khas jeruk siam Banjar.